Cara Awet Kaya
Bacaan: Lukas 16:10-12
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.- Lukas 16:10
Siapa yang menolak jadi orang kaya? Tak seorangpun juga. Saya tak alergi dengan kekayaan. Saya mau-mau saja jadi orang kaya. Anda? Sama juga ‘kan? Masalahnya, bagaimana kita bisa mencapai kesuksesan dan menjadi kaya? Menurut sebuah survey, hampir sebagian besar orang sukses dan konglomerat tidak tiba-tiba jadi kaya. Mereka tidak begitu saja kejatuhan rejeki nomplok hingga mendadak jadi konglomerat. Sebaliknya, mereka memulainya dari anak tangga paling bawah, berjuang, bekerja keras, terus belajar, bersikap ulet dan setahap demi setahap mereka berhasil mencapai puncaknya. Sepanjang perjalanan itu, mereka terus mengasah keahlian mereka, hidup bersahaja dan mengatur uang mereka dengan bijak.
Tak berlebihan kalau Zig Ziglar yang dikenal sebagai “Pemotivasi para motivator” berkata, “Cara terbaik untuk memperoleh kekayaan adalah dengan cara kuno, yaitu Anda harus mengusahakannya.” Sayangnya, kita hidup di jaman yang serba instan, jaman yang menuntut segala sesuatunya berjalan cepat dan tanpa harus menunggu waktu yang lebih lama lagi.
Dengan budaya instan ini, banyak orang tak mau mencapai kesuksesannya dengan “cara kuno”. Mereka ingin menjadi orang kaya mendadak. Potong kompas adalah hal yang biasa. Jalan pintas mencapai keberhasilan menjadi pilihan yang banyak digemari. Itu sebabnya praktik-praktik memalukan kerap terjadi. Sebut saja korupsi, kolusi, penipuan, pencurian, manipulasi dan kejahatan-kejahatan lainnya dalam dunia usaha.
Kekayaan yang dicapai dengan jalan pintas biasanya tak akan bertahan lama. Dalam sekejap bisa saja ia jadi orang kaya, tapi dalam sekejap juga bisa saja semua kekayaannya itu habis. Kekayaan yang dicapai dengan “cara kuno”, yaitu lewat perjuangan dari anak tangga paling bawah, akan lebih bertahan lama. Lalu bagaimana dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen? Tentu saja kita perlu ingat Firman Tuhan yang berkata, “Setialah dalam perkara kecil, maka kita akan dipercayakan perkara yang lebih besar lagi.” Tuhan tak pernah menjanjikan kekayaan secara instan. Ia lebih menghargai proses ke arah itu. Ia lebih menghargai sebuah perjuangan dan pergumulan untuk mencapai kesuksesan. Kalau Anda bertanya, saya akan menjawab, “Cara kuno rasanya lebih baik!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar