Selasa, 21 Oktober 2008

Kamis, 09 Oktober 2008


KABAR MUTAKIR



Cara Basmi Kutil


Sebuah study kecil pada tahun 2002 meneliti praktek pen-gobatan kuno yaitu mengunakan plester untuk perawatan ku-til.Praktek ini se-harusnya berhasil karena plester,yang dibiarkan cukup lama merekat pada kulit,dapat men-giritasi kulit, sehing-ga mengaktifkan re-aksi kekebalan tu-buh, lalu melawan infeksi yang men-yebabkan kutil.Studi pada tahun 2002 menemukan bahwa bila dibiarkan selama 6 hari,plester lebih baik daripada tehnik lain : cryoterapi,atau terapi dengan cara pembekuan.Tetapi banyak pengkritik yang mempertanya-kan ukuran studi dan metodologi yang di-gunakan,sampai be-lum lama ini, sebuah studi baru melapor-kan hasilnya dalam The journal of Family Practice,menentang pengunaan plester. dalam studi terakhir ini,plester ditempel-kan kebagian kulit yang bermasalah selama 7 hari, kemudian daerah tersebut direndam dengan air hangat dan digosok dengan batu apung.Teknik ini berhasil 16 %,hampir sama dengan tingkat ke-berhasilan yang dicapai cara lain, mengoleskan alas jagung tiap malam dan direndam serta digosok setiap ming-gu.Para peneliti me-ngamati 103 orang – dua kali jumlah subyek studi 2002. Jadi,buat apa pakai plester kalau hasil-nya sama saja.Tahun lalu studi lain me-langkah lebih jauh dengan menganalisa data dari 60 studi yang telah meneliti berbagai metode me-nghilangkan kutil. Studi yang di-publikasikan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews tersebut menemukan bahwa perawatan kulit dengan asam salisilik adalah pilihan ter-baik.bila dioleskan dengan teratur,studi tersebut menemukan bahwa tingkat ke-sembuhan mencapai 73%.Jadi bila bosan dengan kutil anda ? carilah obat kutil dengan asam sa-lisilik.

Sumber:Media kawasan oct 2007

MENAHAN KENTUT BERISIKO KANKER
Anda pernah merasa ragu atau takut (maaf) kentut ? jika anda ingin sehat,sebaiknya buang jauh-jauh dua perasaan itu.Kentut ternyata merupakan salah satu mekanisme dari tubuh untuk mengurangi risiko penyakit kanker.Itulah pesan yang ingin disampaikan Frederic Saldman,seorang dokter asal Prancis.

Meski ditujukan kepada orang Prancis,saran Saldman sebenarnya berlaku bagi masyarakat global.Saldman menyarankan agar masyarakat lebih brani buang gas,baik melalui mulut dalam bentuk sendawa,maupun melalui jalur bawah alias kentut.

Saldman menghimbau masyarakat agar bisa bersantai dalam menjalani hidup.Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.Cara bersantai yang dimaksud Saldman adalah keberanian untuk kentut,bersendawa dan mengeluarkan keringat.Secara specifik ia memberi tips kepada warga Prancis membuang semua larangan sosial yang diadopsi dari budaya inggris,yang diantaranya tidak memperbolehkan orang-orang kentut,bersendawa dan mengeluarkan keringat sembarangan.

Membuang produksi gas didalam tubuh sebanyak 2 liter dalam sehari merupakan hal yang natural.Sedangkan menahan pembuangan gas tersebut akan sangat membahayakan bagi kelangsungan usus besar,ujar Saldman yang ditulis dalam bukunya Le Grand Manage.

Gas yang ada dalam tubuh tersebut akan keluar melalui dua cara yaitu melalui atas (mulut) yang diistilahkan menjadi sendawa dan dari lubang bawah atau istilahnya kentut.Saldman menganjurkan agar semua orang bisa secara spontan mengeluarkan keduanya,kapanpun mereka mengiginkannya,dibandingkan dengan cara sembunyi-sembunyi.Hal ini,lanjut Saldman,merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko hiatal hernia (turun berok) yang biasanya mengidap dikalangan orang-orang Prancis dan Eropa.

Mempertahankan udara didalam perut akan meningkatkan penyakit jantung yang sekaligus menyebabkan resiko kanker di pembuluh makanan,kata Saldman.

Meningkatnya penyakit ini diprediksi karena kurangnya orang-orang melakukan kentut dan sendawa.Saldman juga menyarankan untuk membuang obat keringat,kerena menurut dia menghalangi keringat yang keluar sama halnya menghentikan racun untuk keluar dari dalam tubuh.
Selain mengharuskan kentut,sendawa dan berkeringat Saldman juga menghimbau warga Perancis untuk mengurangi konsumsi permen karet,tidak boleh makan sambil jalan dan mengurangi konsumsi minuman bersoda,Jadi Kenapa Mesti Takut Kentut ?

Sumber : Pikiran Rakyat 8 mei 2008