Kamis, 08 Mei 2008
SERBA SERBI FREND
Sambil menyelam minum air,
Sambil Berpakaian,Sambil……………
Kapas adalah serat pilihan untuk pakaian dan produk textile lainnya,tetapi sebagai makanan banyak yang perlu dipertimbang-kan. meskipun minyak biji kapas digunakan dalam produksi berbagai jenis makanan, biji kapas sendiri tidak dijadikan bahan makanan,meskipun biji kapas kaya akan protein. biji kapas mengandu-ng racun gossypol, yang dapat membahayakan jantung dan hati.
Selama ini biji kapas hanya dikonsumsi oleh sapi kambing dan binatang pemamah biak lainnya.hal ini sangat disayangkan karena biji kapas yang diproduksi setiap tahun lebih dari 40 juta metrik ton cukup untuk protein harian bagi setengah milyard orang.Pertumbuhan penduduk dunia menuju 9 milyard orang membuat banyak ilmuwan tekun mencari sumber protein baru
Pada tahun 1950-an ahli genetis tanaman menemukan bentuk mutasi kapas “Tanpa kelenjar” yang bebas gossypol. racun tersebut berfungsi sebagai insektisida alami,varietas tanpa kelenjar sangat rentan diserang oleh serangga sehingga petani menghindari varietas ini.
Keerti S.Rathore dan Genesan Sunilkulmar dari Texas A&M Unuversity serta rekan-rekannya menemukan cara untuk mengatasi gossypol.mereka mengunakan teknik genetis untuk mengurangi produksi gossypol,tetapi hanya pada biji,racun tetap diproduksi dibagian lain,sehingga tanaman kapas tetap memiliki unsur pelawan serangga.
Hasil studi yang melibatkan mekanisme interferensi RNA, dimana fragmen RNA digunakan untuk “mematikan”gen tertentu,dalam kasus ini adalah gen yang memproduksi enzim yang terlibat dalam produksi gossypol. tetapi karena modifikasi genetic dibatasi pada biji,maka produksi gossypol pada daun,bunga dan akar tanaman tidak terpengaruh.
Para peneliti mengatakan teknik ini cukup menjanjikan untuk membuka sember protein baru bagi populasi manusia. sambil menyelam minum air, sambil membuat kapas untuk pakaian, sambil mencetak sumber protein.
Para peneliti mengatakan tek-nik yang sama bisa diaplikasikan juga pada varietas tanaman lain yang saat ini belum bisa dijadikan makanan karena mengandung racun. semoga karena jumlah manusia terus bertambah kita per-lu sumber protein extra.
SumbeR: Media Kawasan October 2007
Terjepit Ditengah Ternyata Paling Aman
Mobil bukan alat transportasi yang paling aman,tetapi kita pasti ingin tahu,dibagian manakah tempat paling aman dalam mobil?
Ternyata tempat yang paling tidak disukai adalah tempat yang paling aman:dibagian tengah kursi belakang.Tempat tersebut memang tidak nyaman, tetapi tempat tersebut merupakan zona teraman.
Studi besar yang dilakukan oleh para peneliti di universitas of buffalo pada tahun 2006, menganalisa lebih dari 60.000 kecelakaan fatal dan menemukan bahwa penumpang dikursi belakang bagian tengah memiliki kecenderungan selamat hingga 86% dibanding orang yang duduk dikursi depan,dan 25% lebih aman dibanding orang yang duduk disamping kiri atau kanan kursi belakang.
SumbeR: Media Kawasan October 2007
Tinggal atau Bersekolah didekat Highway Lebih Beresiko
Sebuah studi membuktikan bahwa anak-anak yang tumbuh dirumah atau bersekolah digedung yang jaraknya radius 500 m dari highway dapat menderita masalah pernafasan permanent.
Para peneliti mempelajari per-kembangan fungsi paru-paru pada 1.445 anak yang tinggal di 12 komunitas California selatan selama 8 tahun,dari usia 10 hingga 18 tahun. mereka menemukan bahwa semakin dekat ke highway, semakin besar kemungkinan mereka mengalami penurunan perkembangan fungsi paru-paru. hasil yang sama juga ditemukan pada anak yang bersekolah digedung yang dekat dengan jalan raya.
Untuk mengukur fungsi paru-paru,para ilmuwan mengunakan tes standart untuk mengukur berapa banyak udara yang dapat dihirup oleh anak dan berapa banyak udara maksilmal bila dipaksa. Biasanya jumlah udara akan bertambah seiring pertumbuhan anak. setiap anak dites sebanyak 6 kali selama studi 8 tahun. para peneliti menulis bahwa pertumbuhan kekuatan dan kapasitas paru-paru pada umumnya mencapai tahap sempurna pada usia 18 tahun, dan hal ini berarti anak-anak yang mengalami masalah sebelum berusia 18 tahun akan menderita fungsi penurunan paru-paru seumur hidup.
Sumber: Media Kawasan October 2007
Sambil Berpakaian,Sambil……………
Kapas adalah serat pilihan untuk pakaian dan produk textile lainnya,tetapi sebagai makanan banyak yang perlu dipertimbang-kan. meskipun minyak biji kapas digunakan dalam produksi berbagai jenis makanan, biji kapas sendiri tidak dijadikan bahan makanan,meskipun biji kapas kaya akan protein. biji kapas mengandu-ng racun gossypol, yang dapat membahayakan jantung dan hati.
Selama ini biji kapas hanya dikonsumsi oleh sapi kambing dan binatang pemamah biak lainnya.hal ini sangat disayangkan karena biji kapas yang diproduksi setiap tahun lebih dari 40 juta metrik ton cukup untuk protein harian bagi setengah milyard orang.Pertumbuhan penduduk dunia menuju 9 milyard orang membuat banyak ilmuwan tekun mencari sumber protein baru
Pada tahun 1950-an ahli genetis tanaman menemukan bentuk mutasi kapas “Tanpa kelenjar” yang bebas gossypol. racun tersebut berfungsi sebagai insektisida alami,varietas tanpa kelenjar sangat rentan diserang oleh serangga sehingga petani menghindari varietas ini.
Keerti S.Rathore dan Genesan Sunilkulmar dari Texas A&M Unuversity serta rekan-rekannya menemukan cara untuk mengatasi gossypol.mereka mengunakan teknik genetis untuk mengurangi produksi gossypol,tetapi hanya pada biji,racun tetap diproduksi dibagian lain,sehingga tanaman kapas tetap memiliki unsur pelawan serangga.
Hasil studi yang melibatkan mekanisme interferensi RNA, dimana fragmen RNA digunakan untuk “mematikan”gen tertentu,dalam kasus ini adalah gen yang memproduksi enzim yang terlibat dalam produksi gossypol. tetapi karena modifikasi genetic dibatasi pada biji,maka produksi gossypol pada daun,bunga dan akar tanaman tidak terpengaruh.
Para peneliti mengatakan teknik ini cukup menjanjikan untuk membuka sember protein baru bagi populasi manusia. sambil menyelam minum air, sambil membuat kapas untuk pakaian, sambil mencetak sumber protein.
Para peneliti mengatakan tek-nik yang sama bisa diaplikasikan juga pada varietas tanaman lain yang saat ini belum bisa dijadikan makanan karena mengandung racun. semoga karena jumlah manusia terus bertambah kita per-lu sumber protein extra.
SumbeR: Media Kawasan October 2007
Terjepit Ditengah Ternyata Paling Aman
Mobil bukan alat transportasi yang paling aman,tetapi kita pasti ingin tahu,dibagian manakah tempat paling aman dalam mobil?
Ternyata tempat yang paling tidak disukai adalah tempat yang paling aman:dibagian tengah kursi belakang.Tempat tersebut memang tidak nyaman, tetapi tempat tersebut merupakan zona teraman.
Studi besar yang dilakukan oleh para peneliti di universitas of buffalo pada tahun 2006, menganalisa lebih dari 60.000 kecelakaan fatal dan menemukan bahwa penumpang dikursi belakang bagian tengah memiliki kecenderungan selamat hingga 86% dibanding orang yang duduk dikursi depan,dan 25% lebih aman dibanding orang yang duduk disamping kiri atau kanan kursi belakang.
SumbeR: Media Kawasan October 2007
Tinggal atau Bersekolah didekat Highway Lebih Beresiko
Sebuah studi membuktikan bahwa anak-anak yang tumbuh dirumah atau bersekolah digedung yang jaraknya radius 500 m dari highway dapat menderita masalah pernafasan permanent.
Para peneliti mempelajari per-kembangan fungsi paru-paru pada 1.445 anak yang tinggal di 12 komunitas California selatan selama 8 tahun,dari usia 10 hingga 18 tahun. mereka menemukan bahwa semakin dekat ke highway, semakin besar kemungkinan mereka mengalami penurunan perkembangan fungsi paru-paru. hasil yang sama juga ditemukan pada anak yang bersekolah digedung yang dekat dengan jalan raya.
Untuk mengukur fungsi paru-paru,para ilmuwan mengunakan tes standart untuk mengukur berapa banyak udara yang dapat dihirup oleh anak dan berapa banyak udara maksilmal bila dipaksa. Biasanya jumlah udara akan bertambah seiring pertumbuhan anak. setiap anak dites sebanyak 6 kali selama studi 8 tahun. para peneliti menulis bahwa pertumbuhan kekuatan dan kapasitas paru-paru pada umumnya mencapai tahap sempurna pada usia 18 tahun, dan hal ini berarti anak-anak yang mengalami masalah sebelum berusia 18 tahun akan menderita fungsi penurunan paru-paru seumur hidup.
Sumber: Media Kawasan October 2007
Langganan:
Komentar (Atom)
